Tausiyah

Dahsyatnya Kata Barakallahu

Saya akan menceritakan dengan singkat tentang materi yang saya dapatkan di suatu acara kajian. Saya akan coba membahasakannya dengan bahasa saya sendiri tanpa mengurangi substansinya. Materi nya adalah tentang kata Barakallah dan hubungan nya dengan penyakit ‘ain. Mohon maaf jika belum saya sematkan referensi hadistnya, karena yang ingin saya sampaikan lebih ke esensinya saja terkait dengan konteks era digital. Silahkan jika teman-teman ingin memberikan sanggahan, masukan atau komentar apa pun. Berikut ceritanya.

Saat ini sudah menjadi lumrah ketika seseorang membuat status di media sosial miliknya. Beragam status dan foto-foto pribadi maupun keluarga di pajang. Tentu diantara status tersebut mungkin sering menimbulkan decak kagum dari yang melihat status kita tersebut. Sehigga bermunculan komentar berupa pujian dari kawan atau kerabat kita. Atau ketika kita jualan di media sosial dengan menampilkan sosok seorang model yang justru menimbulkan decak kagum terhadap si model.

Ya, memang sudah demikian adanya kegiatan posting memposting di jaman era digital seperti sekarang. Tentunya kita harus berhusnudzon (baik sangka) terhadap segala bentuk postingan dari kawan atau kerabat kita. Dan yang penting akan saya bahas adalah bagaimana agar komentar yang ada di postingan tidak menjadi celaka bagi yang memposting. Ini pelajaran yang sangat berarti untuk saya dan semoga untuk kalian juga.

Jadi, ketika kita merasa kagum terhadap apa yang kita lihat, misal foto seseorang pada status medsosnya. Maka jika kita ingin berkomen di halamannya, iringilah kalimat-kalimat kekaguman kita dengan kata Barakallahu (semoga Allah memberkahi). Sehingga jika ada ratusan komen puji-pujian di halaman medsos sesorang lalu hanya kita seorang saja yang menuliskan kata barakallahu, bisa jadi kita menjadi pencegah datangnya penyakit ‘ain yang bisa menjangkiti si pemilik foto tersebut.

Karena jika hanya kata pujian saja yang terlontar hal itu akan membuat Allah cemburu sehingga muncul lah penyakit ‘ain yang dapat meyebabkan seseorang sakit tiba-tiba atau sampai meninggal. Dan hendaklah bagi yang memposting status membalas kata barakallaahu dengan kalimat Masya Allah Laa haula walaa quwwata illa billah (semua kehendak Allah tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah).

Penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan pandangan mata. Lontaran kalimat pujian yang berlebihan terhadap yang dipandang meskipun ia tidak ada rasa iri hati atau rasa apa pun (hanya benar-benar berniat memuji) dapat menyebabkan orang yang dipuji jatuh sakit. Hal ini dikarenakan Allah cemburu terhadap pujian yang berlebihan. Hal ini juga peringatan bagi kita semua bahwa yang maha sempurna dan patut di puji hanya lah Allah SWT.

Nah sampai di sini saja cerita singkat saya, semoga bisa menambah pengetahuan teman-teman pembaca. Harapan saya, semoga kita bisa mencegah penyakit ‘ain yang sangat mungkin muncul dari status foto kita, kawan-kawan kita atau pun saudara kita di medsosnya. Yakni dengan cara mengikuti ajaran yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Mohon maaf sekali lagi, saya tidak menuliskan kisah Rasulullah SAW dan Abu Sahl yang menjadi salah satu rujukan hadist tentang penyakit ‘ain.

Tentunya teman-teman bisa mencari referensi bacaan lain jika memang ingin tau lebih dalam tentang penyakit ‘ain. Sekian dari saya, kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan dari diri saya pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *