My Skincare

Pengalamanku Lepas Krim Dokter

Alasan saya ingin lepas krim dokter karena tidak mau ketergantungan. Selain itu, saya juga cenderung ingin perawatan alami yang tidak menggunakan bahan kimia buatan. Hal ini karena kulit saya semakin sensitif seiring bertambahnya usia.

Satu Bulan Pertama Lepas Krim Dokter

Saya melepas secara perlahan produk perawatan wajah yang diberikan dokter. Perawatan sehari-hari yang diberikan dokter terdiri dari sabun batangan, krim malam dan sunblock. Proses melepas krim dokter dimulai dari melepas sabun, kemudian krim malam dan yang terakhir sunblock.

Sabun wajah paling mudah dilepas dibanding produk lain. Saya mengganti sabun wajah dengan minyak zaitun sebagai pembersih wajah. Jadi, setiap saya pulang beraktivitas, saya  membersihkan wajah yang kotor dengan minyak zaitun.

Dalam satu bulan pertama, saya mengurangi penggunaan krim malam secara bertahap. Pertama mulai dikurangi penggunaannya dari dua hari sekali, tiga hari sekali sampai seminggu hanya sekali. Hal ini membuat wajah menjadi breakout selama kurang lebih dua bulan. Wajah breakout yang terjadi pada saya memiliki ciri kulit bercak merah, ada bintik-bintik seperti jerawat dan kulit sangat kering. Untuk mengobati wajah yang breakout saya mengolesi madu setiap malam.

Tahun Kedua Lepas Krim Dokter

Pada tahun kedua, saya sudah lepas secara total krim malam. Sunblock racikan dari dokter sudah tidak saya tebus, saya beralih ke sunblock merk parasol. Pernah juga saya menggunakan sunscreen salah satu produk merk terkenal. Di samping itu, saya masih continue maskeran, membersihkan wajah serta melembabkan dengan minyak zaitun.

Tahun Ketiga dan ke empat 

Di tahun ketiga, saya mulai melirik produk-produk perawatan yang mengklaim menggunakan bahan alami. Saya sempat mencoba dua produk pelembab selama kurang lebih enam bulan. Namun sayangnya belum cocok di kulit, sebab bahan yang digunakan masih memiliki sedikit campuran bahan kimia buatan.

Beruntungnya, saya telah menemukan sunblock yang komposisi bahannya terbuat dari bahan alami. Sunblock tersebut hanya menggunakan tiga bahan dasar yakni Coconut oil, Zinc oxide dan Candelila. Saya cocok menggunakan sunblock tersebut karena tidak ada iritasi sedikit pun ketika menggunakannya.

 

Sunblock Bahan Alami-doc.pribadi
Sunblock Bahan Alami-doc.pribadi

Tahun Kelima 

Harapan saya bisa menemukan produk perawatan yang pure alami akhirnya kesampaian di tahun 2020. Minimal saya sudah menemukan produk pelembab pengganti krim malam yang tidak memiliki campuran bahan kimia buatan sedikit pun. Terbukti produk seperti ini cocok di kulit saya meski hasilnya tidak secepat produk perawatan pada umumnya. Di tambah lagi tidak ada efek ketergantungan meski tidak setiap hari digunakan. Jika tidak beraktivitas di luar, misal karena work from home, saya biasanya jarang menggunakan krim tersebut.

Meskipun saya sudah memiliki pegangan produk perawatan, sampai saat ini saya masih rutin menggunakan masker minimal seminggu sekali. Tidak lupa juga setiap hari saya rutin membersihkan wajah dengan face oil.

Demikian pengalaman saya dalam menjalani proses lepas krim dokter. Tahun 2020 ini adalah tahun keenam saya lepas krim dokter. Sebelumnya saya menggunakan krim dokter selama kurang lebih empat tahun. Proses ini sebenarnya tidak selama yang saya jabarkan. Kira-kira waktu yang dibutuhkan cukup dua tahun untuk bisa lepas secara total dari ketergantungan.

 

Menurut saya alternatif produk pengganti memang sangat dibutuhkan agar kita tidak balik lagi dengan pilihan produk semula. Penampilan kita setelah lepas dari produk-produk andalan memang menuai tanya dari teman-teman kita. Hal ini tentunya sedikit mengurangi rasa percaya diri. Oleh sebab itu ada baiknya carilah produk pengganti dengan hasil yang bisa membuat kita lebih tenang menggunakannya. Sehingga kita tidak terlalu minder dengan penampilan.

Pilihan produk pengganti saya jatuh pada produk based natural. Meski harus sabar bertahun-tahun untuk menemukannya, saya bersyukur bisa menggunakan produk yang selama ini saya cari-cari. Teman-teman bisa klik link ini jika ingin lihat-lihat produk tersebut.

Saya sangat mensupport teman-teman yang berniat ingin melepas krim dokter atau pun produk perawatan yang sifatnya membuat ketergantungan. Silahkan isi kolom komentar ya, jika ingin bertanya atau sharing pengalaman. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *