My Skincare

TANPA SABUN

cover komik Body Rebuild Series: Edisi Tanpa Sabun, cr: 2015 YUKI YUU & SOU
cover komik Body Rebuild Series: Edisi Tanpa Sabun, cr: 2015 YUKI YUU & SOU

Buku berjudul tanpa sabun ini sengaja saya gunakan sebagai landasan teori dalam menulis artikel di blog ini. Tujuannya agar cerita pengalaman saya dalam menggunakan perawatan alami di blog ini berlandaskan ilmu, tidak asal praktek. Buku ini adalah rangkaian dari buku Body Rebuild Series edisi tanpa sabun. Ditulis oleh Yuuki Yuu seorang Psikiater, namun dibawah pengawasan Dokter Kulit, Shiho Mori. Saya menemukan buku ini tanpa sengaja di toko buku, sekitar beberapa bulan yang lalu (2018). Buku ini dikemas dalam bentuk kartun dan diselipkan sisi humornya.

Sebenarnya, saya bukanlah tipe yang mengharuskan diri ini serba menggunakan bahan alami. Proses ke arah ini benar-benar mengalir begitu saja, seperti orang yang akhirnya menemukan “jalan” tanpa sengaja. Kalau boleh memilih, sebenarnya saya lebih prefer menggunakan produk pabrikan, dengan catatan berbahan kimia (buatan) dengan kadar rendah. Hal ini karena saya memang ingin simpelnya saja, tidak mau repot. Sayangnya, setelah dicoba tidak ada yang pas, malah membuat parah kulit. 

Oleh karenanya, saya semakin paham kulit ini tidak cocok dengan skincare yang berbahan dasar kimia buatan. Terlebih lagi, saya juga baru sadar ketika usia beralih dari 20an ke 30an benar-benar terasa perbedaannya. Saya menjalankan metode tanpa sabun berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya saja. Jujur, saya belum berani mengajak semua orang beralih ke metode ini karena setiap orang berbeda-beda kondisi kulitnya. Kalau untuk yang berkulit kering dan sensitif seperti saya, ok lah saya bisa menyarankannya.

 

                                                                                    Tanpa sabun-bab 2, cr: 2015 YUKI YUU & SOU

APA ITU SURFAKTAN ?

Sesuai judulnya tanpa sabun, komik ini menjelaskan bahwa tubuh kita sesungguhnya tidak memerlukan sabun. Di dalam buku ini disebutkan bahwa sabun mengandung bahan surfaktan. Surfaktan adalah kependekan dari surface active agent. Surfaktan adalah zat kimia yang mampu menurunkan tegangan permukaan dan meningkatkan kelembapan suatu larutan (sciencedirect.com). Surfaktan umumnya ditambahkan dalam pembuatan kosmetik atau skincare. Surfaktan bersifat sebagai pembersih. Teman-teman bisa baca lebih jauh tentang surfaktan di sini dan di sini. Kulit beregenerasi setiap satu bulan sekali sehingga tidak membutuhkan “zat pembantu” untuk membersihkan kotoran yang menempel padanya. Sabun atau produk sejenisnya hanya menghilangkan lapisan-lapisan kulit secara paksa. Faktanya lapisan-lapisan kulit tersebut dibutuhkan oleh kulit. Sepengalaman saya, ketika memakai sabun kulit ini menjadi sangat kering bahkan bersisik tebal. Sudah berbagai merk perawatan saya coba agar kondisi kering nan bersisik hilang. Alih-alih yang paling drastis dalam menghilangkan sisik adalah dengan cara tidak menggunakan sabun.

 

                                                                cr: 2015 YUKI YUU & SOU

CARA ALAMI MEMBERSIHKAN TANPA SABUN 

Teori tanpa sabun dalam komik ini berlaku head to toe. Lalu, jika tanpa sabun, bagaimana kita membersihkan tubuh? Membersihkan  seluruh tubuh cukup dengan air hangat. Air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, namun air suam-suam kuku. Selain itu tidak perlu menggosok-gosok badan atau wajah dengan kencang. Hal itu hanya akan menghilangkan lapisan-lapisan kulit yang bermanfaat. Jangan samakan antara kulit dan baju kotor. Baju kotor jelas-jelas harus dibersihkan dengan detergen/sabun karena baju tidak mempunyai masa turn over atau regenerasi. Manfaat yang didapat dari cara membersihkan seperti ini adalah kulit menjadi lebih halus. Saya akui bahwa untuk mengikuti metode ini tidaklah mudah karena manusia zaman sekarang sangat bergantung dengan surfaktan. Oleh sebab itu, saran dari sang penulis komik adalah beralih secara perlahan. Mencobanya sedikit demi sedikit dengan meninggalkan surfaktan yang kita miliki. 

 

                                                                                                     cr: 2015 YUKI YUU & SOU

ADAKAH ALTERNATIF JIKA TANPA SABUN ?

Adakah alternatif merk perawatan yang masih bisa dipakai? Sang penulis hanya menyebutkan satu merk, yakni vaseline petroleum jelly. Karena menurutnya bahan ini  aman untuk kulit. Vaseline bisa dipakai tipis-tipis sebagai alas bedak dan pilihlah jenis bedak tabur. Demikian penjelasan dari Yuki Yuu. Kalau sepengalaman saya, kita bisa mengeksplor merk-merk skincare yang mengklaim menggunakan bahan-bahan alami. Namun, mencari produk perawatan 100% bahan alami gampang-gampang sulit. Meski sekarang ini banyak produsen kecil maupun besar yang mengklaim produknya berbahan alami. Kita harus rajin membaca komposisi bahan yang tertera pada produk. Karena sejatinya 100% bahan alami adalah semua dari bahan alami tanpa campuran bahan kimia buatan sepersen pun. Lain waktu kita akan bahas khusus tentang produk skincare alami ya. Nah, sampai disini cerita saya, kurang lebih inti dari isi buku tanpa sabun adalah demikian. Sebagai awalan, artikel ini semoga bisa menambah wawasan teman-teman. Atau mungkin sudah ada yang tidak sabar mau mempraktekannya? See u next ya, ditunggu loh komen-komen nya.

 

                                                                cr: 2015 YUKI YUU & SOU

 

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *