My Skincare

Tips Merawat Kulit Wajah Dengan Bahan Alami

Tips merawat kulit wajah dengan bahan alami ini saya bagikan untuk kamu yang berniat hijrah ke perawatan bahan alami. Tips ini saya rangkum sesuai pengalaman saya sekaligus hasil belajar dari Instagram milik mba deasi srihandi (greenmommyshop). Oia, disini saya sama sekali bukan sebagai endors, ya.

 

Rangkaian tips disini benar-benar menggunakan seratus persen bahan alami. Bahan alami ini tersedia ragam jenisnya di alam dan harus disesuaikan dengan jenis kulit kita. Jadi, kita harus mengenal dahulu dengan baik jenis kulit kita. Setelah itu kita harus sesuaikan dengan bahan alami yang pas dengan kulit kita. Cara mengetahui kita cocok atau tidak dengan bahan alami tersebut adalah dengan langsung mencobanya. Kita tidak perlu khawatir kulit jadi rusak jika terlalu sering mencoba bahan-bahan alami. Sebab, menurut saya bahan alami itu tidak sampai menyebabkan iritasi berkepanjangan jika tidak cocok.

 

Salah satu ciri kita cocok dengan suatu bahan alami adalah kita tidak merasakan efek apa-apa setelah memakainya. Entah itu efek yang baik apalagi efek buruk. Hal ini disebabkan efek baik dari bahan alami terlihat pada jangka panjang. Jadi, ketika kita belum mendapatkan efek baik yang kita inginkan bukan berarti kita tidak cocok. Jujur, saya tidak mau mengobral janji bahwa dengan perawatan ini bisa membuat wajah glowing, berseri, tanpa kerutan atau jadi awet muda. Bisa jadi keinginan semacam itu tidak bisa dicapai. Namun, hal penting yang bisa didapat dari perawatan ini adalah kulit menjadi tidak mudah bermasalah atau bahkan tidak bermasalah. Dengan demikian artinya kulit kita menjadi sehat.

 

Berikut ini adalah empat tips perawatan  wajah sehari-hari. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal ada baiknya tidak hanya mengandalkan  perawatan luar saja. Meski saat ini saya hanya membahas perawatan luar saja. Tapi ada baiknya juga melakukan perawatan dalam dengan asupan makanan alami dan bergizi. Berikut tipsnya:

  1. Penggunaan Lipids/ minyak nabati/ career oil

Menurut mba desy srihandi, lipid disini adalah berupa emolien (penenang kulit) untuk melumasi lapisan epidermis. Lipid menjaga serta menyehatkan penghalang hidrolipid. Hidrolipid adalah lapisan kulit yang berperan dalam pelembaban. Singkatnya fungsi lipid ini memberikan kelembapan pada kulit yang bisa digunakan sebagai pembersih kulit, make up remover atau pelembab. Dan semuanya itu bisa digunakan dari satu jenis minyak saja.

 

Minyak nabati ini merupakan eksresi dari kacang dan biji-bijian. Istilah minyak nabati memang tidak familiar bagi kita-kita pecinta skincare. Namun, sebenarnya minyak nabati ini adalah kata lain dari career oil. Kita jangan sampai salah membedakan antara career oil dan essensial oil. Teman-teman bisa cek perbedaan keduanya di sini. Menurut saya career oil relatif lebih mudah didapat dan mudah digunakan. Sebab tanpa harus mencampurkan bahan lain, minyak ini bisa langsung diaplikasikan ke kulit. Variasi career oil juga sangat banyak, mulai dari yang sangat familiar di pasaran atau yang jarang dikenal.

Berikut ini contoh sebagian jenis career oil atau minyak nabati yang bisa kita gunakan:

#jojoba oil                     #seabuctornoil

#coconutoil                   #oliveoil

#rosehipoil                    #castoroil

#sunfloweroil                 #seabutter

#tamanuoil                    #cacaobutter

Cara Mengaplikasikan Minyak Nabati

Selanjutnya saya akan bercerita pengalaman saya dalam menggunakan minyak nabati. Pilihan saya jatuh pada olive oil dan coconut oil. Alasannya karena mudah didapat di toko manapun, banyak yang menjual original (bukan abal-abal), harga relatif murah dan yang penting adalah cocok di kulit. Jenis kulit saya adalah kering dan terkadang sensitive. Saya gunakan olive oil atau coconut oil untuk 2 hal berikut:

  • Sebagai pembersih wajah. Biasanya saya punya stok dua jenis oil ini. Jadi suka-suka saja mau pakai yang mana. Pagi sebelum beraktivitas dan sepulang beraktivitas saya gunakan oil ini sebagai pembersih wajah. Menurut saya, 2 jenis oil ini sangat baik dalam mengangkat kotoran di wajah. Kapas yang kita gunakan bahkan bisa menjadi hitam karena kotorannya benar-benar terangkat.
  • Sebagai pelembab wajah. Siang hari setelah wudhu biasanya saya aplikasikan oil ini sebagai pelembab. Karena di jam-jam ini kulit saya sangat kering dan bila diraba terkadang terasa kasar. Selain siang, terkadang malam sebelum tidur saya oleskan ke wajah sebagai pelembab. Alhamdulillah kulit saya tidak terlalu oily, namun ketahanan oil nya pun juga tidak lama. Hal ini mungkin karena kulit saya sangat kering. Dua jenis minyak ini menjadi standar wajib saya sehari-hari. Minimal perawatan sehari-hari saya hanya membersihkan wajah dan menggunakan pelembab dengan 2 oil ini. Jadi semalas-malasnya saya hanya membersihkan wajah saja tanpa ada perawatan lainnya dalam satu hari.

 

Olive oil – Perawatan Oil Sehari-hari
  1. Penggunaan Toner Alami

Bahasa yang digunakan oleh mba Deasi srihandi adalah hidrasi kulit. Kalau sehari-harinya kita terbiasa dengan istilah menggunakan toner wajah. Toner wajah digunakan untuk menghidrasi kulit. Kulit perlu dihidrasi dengan bahan-bahan alami. Kenapa bahan alami ? sebab bahan alami tidak mengganggu microbiota dan keseimbangan alami kulit kita. Jangan lupa tulisan di sini tentang adanya bakteri baik yang harus dipertahankan pada kulit.

 

Hidrasi kulit bisa dengan air yang bersih atau air dari ekstrak tanaman. Nama lainnya adalah air hidrosol, distillate atau hydrolate. Diantaranya ada air mawar, air kenanga, atau tanaman lidah buaya segar. Air mawar termasuk air yang banyak di jual dipasaran. Tapi teman-teman bisa mengecek apakah komposisi bahannya 100% ekstrak air mawar atau ada bahan lain. Menurut  saya, meski hanya sedikit persen terdapat bahan kimia buatan tetap saja tidak baik dan tidak bisa dikategorikan bahan alami 100%. Membuat sendiri adalah alternatif paling aman untuk menjaga kesegaran dan keaslian dari air ekstrak tanaman. Atau alternatif lain membeli di tempat yang terpercaya. Di sini kita mulai belajar bahwa bahan yang segar memang lebih menjanjikan dibandingkan bahan yang memiliki masa kadaluarsa yang lama.

Cara Mengaplikasikan Toner Alami

Ada beberapa bahan alami yang pernah saya manfaatkan airnya untuk membersihkan wajah. Pemahaman tentang hidrasi ini juga baru saya ketahui sebulan sebelum saya menulis judul ini. Tidak disangka juga kalau yang saya lakukan tersebut adalah hal baik. Mungkin tanpa sadar teman-teman sebenarnya juga sudah menerapkan hal ini. Bahan yang pernah saya gunakan diantaranya tomat, lidah buaya, jeruk nipis, air rendaman daun teh dan air zam-zam. Tomat, lidah buaya dan jeruk nipis memiliki kadar air yang cukup banyak. Bahkan lidah buaya sendiri kadar airnya 99%. Diantara bahan tersebut yang konsisten saya gunakan sampai saat ini adalah lidah buaya organik.

 

Untuk tomat atau lidah buaya langsung saya aplikasikan pada wajah. Biasanya saya gunakan pagi atau malam hari. Jeruk nipis atau lemon saya akui cukup pedas di wajah. Oleh sebab itu, saya harus mencampurkan bahan lain seperti madu agar tidak perih di wajah. Menurut saya mengambil ekstrak cairan dari buah-buahan atau tanaman secara langsung lebih mudah. Karena, umumnya setiap kita menyimpan bahan tersebut di dapur.

 

Penggunaan toner alami ini tidak saya lakukan setiap hari. Standar penggunaannya pun menurut saya tergantung kebutuhan saja. Seperti yang kita ketahui, setelah membersihkan wajah umumnya kita akan memakai toner untuk menghilangkan sisa pembersih. Namun, menurut saya toner alami ini memiliki manfaat yang berbeda dengan toner yag biasa kita pahami pada umumnya. Sehingga, toner ini tidak mesti dipakai setelah kita membersihkan wajah. Sebab, toner alami seperti lidah buaya pun sifatnya juga membersihkan wajah. Jadi, fungsi toner alami selain menghidrasi kulit, melembabkan kulit juga membersihkan kulit. Namun saran saya pelajari dahulu manfaat dari tiap-tiap bahan alami yang ingin kita gunakan sebagai hidrasi kulit.

 

cocoa butter & rice bran oil – daily oil
  1. Essensial Oil

Istilah yang digunakan mba deasi srihandi pada tips yang ke tiga ini adalah bootani booster. Meski sumber bootani booster yang dimaksud bukan hanya essensial oil saja. Tapi, yang umum kita kenal dan yang saya pahami adalah essensial oil. Jadi, kali ini kita coba bahas khusus essensial oil saja. Berbeda dengan career oil yang bisa langsung diaplikasikan ke wajah, essensial oil harus di campur terlebih dahulu. Oleh sebab itu, sampai saat ini essensial oil bukan menjadi produk andalan saya. Meski manfaatnya sangat baik dalam menutrisi kulit.

 

Saya pernah mencoba essensial oil produk X dimana saya minta tolong sekalian diracikan. Niat saya agar bisa langsung saya gunakan sebagai sunscreen oil. Sayangnya, saya belum cocok dengan racikannya. Sehingga PR saya adalah mencari merk essensial oil dari ahli yang terpercaya. Sebab, menurut saya meracik bahan-bahan seperti ini butuh keahlian dan ketekunan. Saya pribadi belum ada niatan untuk belajar keahlian ini. Sehingga, singkat kata saya sudah menemukan merk essensial oil ataupun produk hasil blend essensial oil yang bisa saya percaya. Meskipun, saya belum mencobanya ya, hehe. Tapi, suatu saat saya sudah ada niatan mencoba dikarenakan saya masih ada oil-oil lain yang belum habis.

 

Pilihan saya jatuh pada merk greenmommyshop (GMS). Meskipun produk essensial oilnya belum saya coba. Namun, saya bisa melihat bagaimana proses kerja dari tim GMS yang benar-benar ahli pada pembuatan skincare bahan alami. Produk essensial yang diproduksi oleh GMS bukan berupa oil saja, tetapi banyak yang sudah di blend dengan bahan alami lainnya. GMS merupakan produk lokal dan tidak memproduksi masal layaknya pabrik. Sekali lagi, saya tidak ada kepentingan sebagai endors. Saya hanya ingin membagikan sumber yang terpercaya agar teman-teman yang membaca tidak salah pilih.

  1. Stimulasi / Penggunaan Masker Alami

Maskeran merupakan salah satu cara untuk menstimulasi kulit. Stimulasi adalah rangsangan untuk regenerasi kulit. Kulit layaknya sel hidup lain yang beregenerasi. Oleh sebab itu, maskeran dengan bahan alami sangat baik untuk kesehatan kulit kita. Sumber bahan stimulasi diantaranya lempung (clay), baking soda, probiotik, garam, madu, bubuk tanaman, bubuk spirulina dan lain-lain.

 

Beberapa bahan yang pernah saya gunakan untuk maskeran diantaranya madu, bubuk kunyit, bubuk bengkoang, oat meal, bubuk tepung beras dll. Caranya, saya mencampurkan air apabila bahannya berupa bubuk, terkadang saya campur juga dengan zaitun. Kalau madu, cukup saya oleskan langsung ke wajah. Kegiatan maskeran ini menurut saya cukup dikerjakan satu atau dua kali dalam seminggu. Dan tidak perlu sering-sering. Bagi teman-teman yang terbiasa beli masker dipasaran sebaiknya coba beralih dengan bahan-bahan alami yang mudah di dapat. Membeli masker di pasaran lagi-lagi belum tentu 100% bahan alami. Meskipun mereka mengklaim 100% bahan alami.

Kesimpulan

Sebagai penutup saya akan menambahkan masukan lain dalam menjalankan perawatan ini. Pertama, semua perawatan ini harus diterapkan dengan durasi yang berbeda-beda. Misalnya, untuk saya pribadi, penggunaan career oil minimal dua kali setiap harinya. Toner bisa sekali sehari atau sesuai kebutuhan. Essensial oil bisa digunakan sekali setiap hari. Sedangkan masker bisa dipakai satu atau dua kali dalam seminggu. Kedua, gunakanlah bahan alami yang cenderung tersedia di dapur. Hal ini agar kita tidak malas dalam melakukan perawatan. Ketiga, sebaiknya jangan mencampur-campurkan perawatan bahan alami dengan perawatan non alami. Sebab, bahan alami tidak akan berkerja jika dicampur bahan kimia buatan/surfaktan walau kadarnya hanya sedikit.

Sebagai kesimpulan, saya tidak mengklaim bahwa perawatan ini merupakan perawatan terbaik. Namun, perawatan seperti ini bisa menjadi alternatif bagi kita semua yang sering berhadapan dengan masalah kulit. Semakin kita konsisten terhadap perawatan ini, maka hasilnya pun akan cepat terlihat. Sekian cerita panjang lebar saya, jika ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar. Semoga membantu !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *